Assalamualikum Wr.Wb every body
Selamat pagi Semua..
Duh, what happen ya with me?
akhir-akhir ini jarang up date blog, padahal aku suka banget yang namanya cerita dan nulis. Mungkin karena minggu-minggu ini adalah minggu ujian kali ya, jadi hasrat untuk menuangkan ide dan tulisan jadi sedikit tersendat.
Yah..tapi sekarang nana udah nulis lagi. Nana pingin curhat soal ujian di kampus yang baru. HUff! i dont know apakah semua suka jika ujian MID diganti dengan Take Home??but me, aku sedikit kurang suka. (bukan berarti sok pintar loh!), cuma kesel aja, dosennya bilang "minggu depan kita ujian, materinya dari catatan, hasil diskusi, dan kutipan beberapa buku". Otomatis sebagai mahasiswi yang baik, semua udah aku persiapkan dengan baik dan matang sampai ketika hari H datang, malamnya aku begadang hingga jam 2 pagi dan bangun lagi untuk mengulang materi yang dipelajari. Tapi ketika sampai di kampus dan duduk dengan sikap siap menerima ujian. Tiba-tiba ketua kelasnya bilang "tadi bapaknya nelefon, katanya ujiannya take home dan di kumpul mingg depan" HAH!!!!ujian take home??sumprit..aku baru denger sekarang loh kalo ujian itu ada yang di bawa pulang. cik cik cik cik. Oke itu yang pertama.
Yang kedua, sama lagi kasusnya, aku udah belajar dan siap untuk menghadapi ujian. Tiba-tiba dosennya datang menghampiriku sebelum jam pelajarannya masuk "ratna, tolong bilang ke teman-teman yang lainnya, ujian I.A.D nya take home, ini soalnya dan dikumpul mingg depan.
HAH?? (terheran-heran 10x)
Kok gitu banget si dosennya..enggak tau apa kalo mid itu semua peserta didiknya pasti lah udah mempersiapkan semua materi yang akan di uji. Dan kalau begini caranya, ini sih bukan tes MID, bukan tes kemampuan namanya, tapi hanya sebatas tugas rumah yang bisa contek sana-sini.
Yang ketiga, sama lagi..tapi open book. Oke lah awalnya aku menghargai itu, tapi kok udah open book, waktunya enggak dibatasi, muridnya bebas tanya sana-sini dan paling anehnya, kok dosennya malah enggak ada. beliau hanya menitipkan soal pada asistennya, lalu asistennya menyampaikan pada kami dan kami di tinggalkan begitu saja.
hmmmmm.......what happpen with system education in Indonesia??
Entah lah...bukan berarti aku anak yang paling pintar dan paling senang adanya MID, aku juga sebenarnya anak yang enggak cerdas-cerdas banget dan paling dag dig dug kalau sudah datang waktunya ujian..tapi cobalah tengok dari sisi mutu pendidikannya. Jika seperti ini adanya, apakan materi yang sudah di jelaskan oleh sang dosen, bisa kami pahami semuanya..Absolutly NOT kan??sia-sia aja dosen yang udah capek berkoar-koar untuk menjelaskan materi tersebut tapi tesnya enggak di pake.
Bukankah untuk mengetahui apakah seorang peserta didik itu bisa menguasa materi atau tidak dengan cara adanya tes??
apakah dengan sistem pendidikan seperti itu, kita bisa maju??
duh..payah!
atau jangan-jangan mereka melakukan hal ini dengan maksud supaya nilai anak didiknya bisa bagus semua shingga mereka dihadapan dosen, dekan dan kampus lainnya bisa dianggap paling sukses karena mampu mendidik siswanya sehingga bisa mendapatkan nilai ujian bagus-bagus semua??
OH MY GOD! i hope no no no no..
Ini semua adalah gambaran/ potret tentang pendidikan di Indonesia. Aku rasa masih banyak lagi hal lain yang too bad tentang sistem pendidikan kita.
so. buat semua khususnya aku yang cita-citanya pingin menjadi seorang dosen yang profesional ..hal pertama yang harus dilakukan nanti adalah :
- membuat konsep bahan mengajar dengan matang dan detail
- Menetapkan Strategi mengajar yang bagaimana nanti akan diterapkan kepada siswanya, apakah dengan cara pedagogik, andragogik, atau dengan cara diskusi/ceramah dll.
- Menetapkan model pembelajarannya nanti akan sepeti apa, biar semua siswa bisa menangkpa materi yang aku ajari dengan baik ( dan memang sih, terlalu muluk untuk berharap jika semua siswa ku nanti bisa memahami apa yang aku ajari, soalnya setiap siswa kan memiliki cara memahami pelajaran yang berbeda-beda..tapi harapan aku setiknya 80 % nantinya bisa mengerti, amiiiin)
- Membuat tak-tik dan cara yang kreatif sehingga pembelajaran tidak membosankan bagi siswa.
- Dan terakhir jangan lupa ngasih tes untuk umpan balik, apakah si peserta didik bisa memahami materi yang aku sampaikan apa tidak.
Aku berharap sih, mudah-mudahan semua para pengajar di Indonesia memiliki kompetensi Dasar dalam hal mengajar, karena hal inilah yang nantinya akan menjadi tolak ukur keberhasilan para peserta didiknya.bener kan??
berita selanjutnya....i have award from my best friend becce-lawo
Hehe..pingin kasih tau dikit, waktu awal kenal dengan blognya becce ini, aku kira yang punya blog cewek loh, soalnya liat dari display namanya..dan dia akhirnya protes gitu setelah berapa kali aku salah sebut dengan panggilan " mba". dia comment di blog aku " oh ya mba, becce_lawo itu cowok loh, bukan cewek..terima kasih"
waduh..jadi shy sendiri tau, hehe
okey lah kalo begitu..aku pingin majang awardnya dulu..yang kreatif, unik dan lucu juga
Makasih ya becce awardnya..^_^















