Jumat, 11 Juni 2010

cara menjadi seorang sahabat yang baik

hihihihw..
iseng-iseng buka blog tetangga..ada postingan yang menurut nana bagus banget.
terkadang kita sebagai manusia suka lupa arti sahabat...pengennya diperhatikan terus dan di tolong terus...padahal untuk menjadi sahabat yang bai...kita juga perlu take and give.
termasuk nana..yang merasa belum sepenuhnya bisa menjadi seorang sahabat dan teman yang baik buat semua..jadi nana ambil postingann ini buat mengingatkan diri nana sendiri dan buat teman2 yg butuh juga....biar bisa menjadi seorang sahabat yang baik, yuks baca :

Selama kita bergaul, semenjak kecil hingga dewasa sekarang ini, pastilah kita menemukan seorang kawan akrab/karib yang bisa kita ajak diskusi dan berbagi suka maupun duka. Kawan karib itulah yang bisa kita jadikan sahabat karib, yang menurut saya lebih enak kita sebut sahabat saja. Sahabat ya kawan karib kita. Di antara kawan-kawan kita belum tentu semuanya bisa kita jadikan sahabat. Walaupun sebenarnya, saya pernah baca ada beberapa tingkatan sahabat, yang saya maksud disini adalah sahabat adalah kawan sejati kita. Kita lebih mudah membuat banyak musuh daripada mencari seorang sahabat.
Ada seorang bijak yang menasehati kami, dalam suatu acara pertemuan, bahwa kita bisa menemukan seorang sahabat yang betul-betul seorang sahabat jika orang tersebut memenuhi beberapa kriteria sebagai berikut :

Mengajak kearah kekebaikan dan meninggalkan kemungkaran
(Amar Ma’ruf Nahi Mungkar)

Sahabat yang baik pasti akan mengajak tindakan kearah kebaikan dan selalu mengingatkan jika kita akan berbuat kemungkaran. Bukan sebaliknya menjerumuskan kita ke lembah kehancuran. Dan terkadang pemicu utamanya adalah masalah “uang”. Seringkali pertemanan kita, rusak gara-gara “uang”. Entah meminjam uang tetapi lupa tidak mengembalikan ataupun memang belum punya uang untuk dikembalikan.
Terkadang sahabat kita yang lagi salah jalan, sudah kita coba nasehati tetapi tetap bersikukuh melakukan tinkan yang salah, tugas kita hanyalah bisa berdoa semoga diberi petunjuk oleh Yang Maha Pemberi Petunjuk.

Menyembunyikan Keburukan atau Kelemahan Kawan Kita

Terkadang kita yang sudah dianggap sahabat oleh kawan karib kita, secara  tidak sadar terbawa arus obrolan yang menggunjingkan akan tingkah laku seseorang walaupun belum tentu benar, sehingga kita yang sudah merasa dekat dengannya malah terbawa arus membeberkan keburukan kawan kita tadi, bukannya malah memberikan opini yang menyejukkan. Misalnya, ada yang komentar “si-A itu kok sukanya Godain Cewek ya“…kita bisa bilang, “ah.. dia itu memang kalau sama siapun sangat akrab kok” dsb.

Jika Kawan Kita Berbahagia, kita ikut Berbahagia..Jika Kawan kita Susah/sedih, kita turut susah..menghiburnya.

Nah ini yang sering kita jumpai, terkadang jika sesorang sedang lagi di puncak kesuksesan, banyak orang yang mendekatinya, ingin turut mengambil keuntungan dengan dekat pada orang itu, tetapi sbaliknya jika orang itu jatuh bangkrut, banyak orang yang meninggalkannya, hanya sedikit orang yang betul-betul bersimpati akan nasibnya. Tugas seoang sahabat adalah menghibur kawan kita jika sedang tertimpa masalah/musibah, bukan malah senang jika kawan kita tertimpa masalah.

Tidak Pernah mengingat Jasa Kita Kepada Teman, Tetapi Selalu Ingat Jasa Teman Kepada Kita

Seringkali kita membawa-bawa jasa kita untuk menekan/mempengaruhi kawan kita agar sepaham/sepakat kepada kita, dan seringnya kita malah lupa kita pernah ditolong oleh sahabat kita. Hal yang kelihatannya sepele tetapi bisa jadi merusak hubungan antara kawan/sahabat. Hendaknya jangan ingat-ingat lagi jasa kita agar apa yang kita kerjakan mendapat pahala lebih di sisi-Nya, jika kita ingat-ingat akan mengurangi keikhlasan dan pahalanya, apalagi kepada sahabat karib kita.

Menjadi Pendengar Yang Baik

Sahabat yang baik adalah bisa menjadi pendengar akan curhat kawan kita, entah kita dalam keadaan senang maupun duka. Menjadi pendengar tidak semudah yang kita bayangkan. Orang cenderung berbicara mengenai diri mereka sendiri tanpa melihat lawan bicaranya sedang dalam keadaan bagaimana. Diamping bisa menjadi pendengar yang baik juga bisa memberikan nasehat yang bermanfat untuk sahabat kita

Senantiasa Memberikan Dorongan Semangat Untuk Lebih Maju

Hati manusia ada dalam genggaman Allah SWt, kadang di kuatkan hatinya dan terkadang dilemahkan hatinya dalam menghadapi kenyataan di dunia. Salah satu ciri sahabat yang baik adalah bisa memberikan dorongan semangat yang membangun, bukan malah melemahkan sesuatu ide atau gagasan kawan kita tadi.
Mungkin bagi Anda mempunyai kriteria tersendiri untuk memilih seorang sahabat tetapi jika persahabatan terebut di niatkan dan yang dilandasi oleh agama tidak hanya membawa manfaat di dunia tapi juga di akhirat.
Mudah-mudahan ada manfaatnya bagi kita semua..amin.

(taked from http://www.sejutablog.com/jadi-seorang-sahabat/)

7 komentar:

-Gek- mengatakan...

Menjadi pendengar yang baik - wajib hukumnya!

Noor's blog (inside of me ) mengatakan...

Wah...lengkap banget nih ! bang Pendi mau kok jadi sahabat yang baik, teh Nana gimana ? he..he

Salam hangat & sehat selalu...

Riesta Emy Susanti mengatakan...

makasih ya Na,,,
mau jadi sahabatku...
^_^

anyindia mengatakan...

iya mbak nana memang mesti take and give :)

readhermind-dy mengatakan...

that's what friends are for,..
sahabat, selalu dibutuhkan..
:)

dela mengatakan...

makasih buat postingan ini ya.. mengingatkan biar kita gak ikut2an ngomongin CT dan LM.. :)

oya, ikutan books-of-dela giveaway yuk?? click, click ya.. :)

Resto Music 25 mengatakan...

salam kenal ya